SELAMAT DATANG

Selamat datang di blog Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Suka Maju desa Pengangsalan Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan. Selamat menikmati sajian informasi dari kami, kirim kritik dan saran melalui media sosial yang kami sediakan.

SONGKOK NASIONAL

Songkok Nasional merupakan produk unggulan dari Desa pengangsalan, sebagian besar penduduk desa bekerja sebagai pengrajin Songkok. Banyak Songkok merek ternama yang proses pembuatannya di kerjakan di Desa Pengangsalan.

Potret UMKM Pengangsalan

Berbagai macam usaha kecil menengah yang terus berkembang di Desa Pengangsalan menjadi sebuah pondasi dalam meningkatkan kesehjateraan hidup masyarakat.

Balai Desa Dan Kantor Kim

Lokasi balai desa tempat pelayanan masyarakat dan foto kantor KIM Suka Maju Pengangsalan

Showing posts with label umum. Show all posts
Showing posts with label umum. Show all posts

4/22/2015

Hasil Uji Coba Persela Lamongan di Jeda Kompetisi

persela lamongan


Persela Lamongan di nilai banyak kelemahan yang harus mereka perbaiki sebelum melakoni lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2015.

Kelemahan itu terlihat dari dua hasil uji coba di Yogyakarta. Setelah bermain imbang 1-1 melawan PSS Sleman, dan kembali mendapatkan hasil serupa ketika menghadapi PSIM Yogyakarta.

Asisten pelatih Persela Didik Ludiyanto mengungkapkan, hasil uji coba tersebut akan dijadikan bahan evaluasi pihaknya untuk menata, dan menyusun kekuatan menyambut kembali digelarnya ISL 2015.

“Termasuk beberapa kekurangan yang masih terlihat selama pertandingan, seperti komunikasi antarpemain, dan penempatan posisi. Selain itu, finishing touch barisan depan juga akan kami benahi lagi sebelum kompetisi kembali bergulir,” ungkap Didik.

Dalam laga uji coba melawan PSIM, Persela banyak menurunkan para pemain pelapis, dan kecolongan lebih dulu di menit ketiga melalui Rangga. Gol ini terjadi akibat kesalahan backpass yang dilakukan Rendika Rama kepada David Pagbe. Bermaksud memberikan umpan kepada Pagbe, bola justru berhasil diserobot Rangga yang kemudian memperdaya Roni Tri.
Persela harus bermain dengan sepuluh orang lantaran Arif Ariyanto mendapat kartu merah usai menerima kartu kuning keduanya di akhir babak pertama. Beruntung, Zainal Arifin mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-67.
“Sama seperti di laga sebelumnya, lawan PSIM kami juga hanya mampu bermain imbang 1-1. Kecolongan lebih dulu, dan baru berhasil menyamakan kedudukan dari Zaenal,” kata Didik.
“Secara hasil memang tidak puas, tapi kami tak melihat skor akhirnya. Kami justru mendapat banyak pelajaran dari uji coba di Yogya, termasuk bagaimana mental pemain menghadapi tekanan suporter lawan, dan kemudian berhasil menyamakan kedudukan, meski hanya bermain dengan sepuluh orang.”
 
sumber : Goal.com

4/20/2015

KIM Suka Maju Menjadi Juara 2 Dalam Grand final LCCK jatim

KIM Suka Maju Menjadi Juara 2 Dalam Grand final LCCK jatim Dengan proses yang cukup sengit dan tidak mudah untuk di lalui. Selain lawan yang semakin berat daripada tingkat bakorwil kondisi fisik karena perjalanan jauh juga cukup merepotkan. Semua Finalis merupakan perwakilan terbaik dari setiap bakorwil di jawa timur.

Kim Suka Maju
Kim Suka Maju saat penyerahan souvenir
Lawan paling berat adalah tuan rumah yaitu Kim Sidomulyo dari kabupaten Nganjuk. Sejak babak awal tuan rumah sudah memimpin perolehan nilai dan Kim Suka maju menjadi runner up dan sampai hasil akhir Kim Suka maju akhirnya harus puas dengan keluar sebagai juara ke 2 dalam grand final LCCK tingkat provinsi Jawa timur.

Kim Suka Maju
Fragmen atraktif dari Kim Suka Maju
Hasil dari grand final provinsi jatim bagi Anggota Kim Suka Maju merupakan sebuah kebanggaan, karena tujuan yang paling penting adalah menambah wawasan, pengalaman, dan kekompakan. Ada tugas yang menanti di depan dan harus tetap optmis untuk membangun sumber daya manusia yang informati dan berkualitas.

4/18/2015

Profil Menkominfo di kabinet Kerja - Rudantara



Rudiantara (lahir di Bogor, 3 Mei 1959; umur 55 tahun[1]) adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Kabinet Kerja (2014–2019). Ia merupakan profesional di bidang telekomunikasi dan pernah berkarier di Indosat, Telkomsel, Excelcomindo (kini XL Axiata), dan Telkom. Ia juga pernah bekerja di PT PLN (Persero) sebagai Wakil Direktur Utama. Pada saat ditunjuk menjadi menteri, ia menjabat sebagai anggota komisaris di Indosat.

ia memulai pendidikan tinggi di Universitas Padjadjaran dan meraih gelar sarjana pada 1984. Ia melanjutkan ke IPPM (Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen) yang sekarang bernama PPM School of Management, dan meraih MBA pada tahun 1988.

Ia memulai karier pada tahun 1996 di Indosat sebagai General Manager Business Development. Ia juga pernah menjadi Chief Operating Officer PT Telekomindo Primabhakti sejak 1996 dan menduduki beberapa jabatan eksekutif selama 11 tahun di Indosat dan Telkomsel hingga 2006. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Semen Gresik (Persero), Presiden Direktur dan CEO PT Bukit Asam Transpacific Railways dan PT Rajawali Asia Resources. Ia pernah menjadi Wakil Presiden Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sejak 2008 dan kemudian menjadi direkturnya, Direktur Hubungan Korporat PT XL Axiata Tbk dari Maret 2005 hingga 2008 dan sekaligus sebagai direkturnya. Lalu sebagai Direktur Penjualan dan Pemasaran untuk Solusi Bisnis pada Juni 2003. Ia juga pernah menjadi Wakil Presiden Direktur PT Semen Indonesia (Persero), Tbk dan Semen Gresik Persero, juga sebagai Direktur.

erakhir, ia menjadi sebagai Presiden Komisaris PT Rukun Raharja sejak 11 Juni 2014. Ia juga Komisaris Independen PT Indosat Tbk sejak 1 November 2012. Ia juga dipercaya sebagai Komisaris Independen di PT Telekomunikasi Indonesia sejak 1 Januari 2011 hingga Mei 2012, dan telah menjadi Komisionaris sejak September 2008. Ia juga menjadi Sekretaris Jenderal Asosiasi Telepon Selular Indonesia.

Selama di PLN, ia menjadi terkenal setelah terlibat dalam pencarian pendanaan perusahaan terutama pinjaman untuk proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt. Setelahnya, ia mengundurkan diri karena merasa telah menyelesaikan tugas profesional yang diberikan dan mendapat tawaran menarik lainnya. Karena merasa sayang dengan bakat yang dimilikinya, pemerintah berusaha untuk memberinya posisi di Indosat. Pada tanggal 17 September 2012, ia diangkat menjadi Komisaris.
Rudiantara menyisihkan nama-nama lain seperti Niken Widiastuti, Dirut RRI, Richardus Eko Indrajit, Ketua APTIKOM, Heru Sutadi, mantan Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang juga pengamat telekomunikasi, Gatot S. Dewa Broto, Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Mantan Humas Kemenkomifo maupun Onno W. Purbo, Akademisi dan Praktisi TI.

4/17/2015

Mengenal Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara - Yuddi Chrisnandi



Presiden RI Joko Widodo menunjuk Yuddy Chrisnandi sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada Kabinet Kerja 2014-2019 setelah 34 nama menteri diumumkan di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu.

Yuddy menggantikan Azwar Abubakar yang menjabat posisi ini pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2009-2014.

Nama Yuddy Chrisnandi telah diduga menduduki salah satu kementerian saat dia dipanggil Presiden Jokowi untuk berdiskusi masalah kebangsaan di Istana Negara Selasa (21/10) siang.

Mengutip dari berbagai sumber, pria kelahiran Bandung pada 29 Mei 1968 ini menjabat Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura serta dipercaya menjadi Kedua Bidang Pemenangan Pemliu periode 2010-2015.

Yuddy mengawali karir politiknya di Partai Golkar, kemudian pada 2004, ia dipercaya sebagai Ketua Departemen Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi DPP Partai Golkar untuk periode 2004-2009.

Meski demikian, karirnya di Golkar tidak berlanjut sejak upaya menjadi Ketua Umum Golkar tidak berhasil sehingga membuat pria berusia 46 tahun ini berlabuh ke partai bentukan Wiranto.

Sebelum terjun ke dunia politik, doktor dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (2004) telah mengajar di sejumlah perguruan tinggi, salah satunya di Universitas Nasional yang hingga kini tercatat sebagai pengajar tetap pada Fakultas Ekonomi.

Suami dari Notaris Velly Elvira ini menyelesaikan studinya pada Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran (1991) dan memeroleh gelar Magister Ekonomi bidang Manajemen Keuangan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1997).

Selain menjadi pengajar, suami dari Velly Elvira dan ayah Ayesha Fatma Nandira ini pun sudah aktif memberikan ceramah di berbagai kegiatan pelatihan kepemimpinan organisasi kemahasiswaan atau pemuda.

4/15/2015

Warga Cacat Dan Miskin Tidak Menerima Bantuan PSKS



Meski sejumlah langka ditempuh pemerintah untuk memperbaiki sistem pendistribusian dana kompensasi subsidi bahan bakar minyak (BBM), masih tetap saja ditemui adanya kekisruhan. Di lamongan, seorang warga miskin yang sekaligus cacat, justru tidak mendapatkan dana tersebut.(14/04/2015)

Kondisi rumah karyono, 45 tahun, warga miskin yang berasal dari desa mantup, kecamatan mantup, lamongan ini sungguh memprihatinkan.Ia yang telah sepuluh tahun terakhir mengalami cacat pada kakinya akibat kecelakaan. Membuatnya tidak mampu untuk bekerja secara normal selayaknya orang sehat lainnya.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja, ia hanya mengandalkan belas kasihan para tetangga, lantaran ia hanya hidup sebatang kara di rumah yang hampir roboh lantaran reot ini. Hanya sesekali, ia mendapatkan rezeki dari warga sekitar yang datang kepadanya untuk meminta pijat.

Ironisnya, pria miskin ini justru tidak mendapatkan bantuan dana program simpanan keluarga sejahtera (PSKS), yang merupakan kompensasi dari subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Karyono meminta klarifikasi kepada perangkat desa setempat. Namun jawaban yang diperoleh justru mengecewakan dengan mengatakan jika ia hanya hidup sebatang kara sehingga tidak perlu mendapatkan dana bantuan tersebut.

Kondisi ini, menunjukkan jika potret penyaluran dana kompensasi subsidi bbm masih amburadul, lantaran penyalurannya tidak tepat sasaran. Ditambah lagi, dengan naiknya harga bbm yang terus terjadi setiap saat, membuat rakyat miskin terus menjerit karena secara otomatis akan diikuti dengan naiknya sejumlah harga lainnya.

4/14/2015

Bupati Tak Masuk Ruangan SIdak Unas Online



Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat di Lamongan, Bupati Fadeli melakukan sidak di dua lembaga yang menyelenggarakan UN sistem Computer Based Test (CBT). Dua sekolah itu adalah SMAN 1 dan SMAN 2 Lamongan.

Selain di dua lembaga pendidikan negeri itu, SMK Muhammdiyah 5 Babat juga menyelenggarakan UN sistem CBT. Peserta UN sistem CBT di SMAN 1 Lamongan ada 341 siswa, SMAN 2 Lamongan sebanyak 321 siswa dan UN sistem CBT di SMK Muhammdiyah 5 Babat diikuti oleh 282 orang siswa.
Selain itu, tahun ini ada empat orang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang mengikuti UN. Semua siswa tersebut saat ini menempuh pendidikan di SMALB Ma’arif Lamongan.

“Hari ini kami melakukan sidan Unas di SMAn 1 dan SMAn 2 Lamongan. Insya Allah semua berjalan lancar tanpa ada kendala berarti, “ kata Bupati Fadeli.

Dalam sidaknya tersebut, Fadeli tidak sampai masuk ke ruang ujian, sehingga tidak mengganggu peserta. Dia hanya memantau dari ruang control CCTV. Dia didampingi Sekkab Yuhronur Effendi dan Kepala Dinas Pendidikan Bambang Kustiono.

Fadeli juga melaksanakan sidak di MAN Lamongan. Saat datang di sekolah yang berada di jalan veteran ini, siswa peserta ujian sedang istirahat menunggu jadwal ujian kedua dengan mata pelajaran Geografi, sehingga dia bisa menyempatkan diri bercengkerama dengan siswa.

UN SMA sederajat tahun ini diikuti oleh sebanyak 5.745 siswa dari 54 lembaga SMA negeri dan swasta dengan 662 siswa diantaranya menjadi peserta UN sistem CBT dan sisanya 5.083 siswa mengikuti UN sistem Paper Based Test (PBT).

Kemudian sebanyak 4.289 siswa dari 75 lembaga MA negeri dan swasta. Sementara di 56 SMK negeri dan swasta, UN diikuti 5.897 siswa. Dengan 282 siswa diantaranya Un dengan sistem CBT dan 5.615 menjadi peserta UN PBT

Toko Ashar/Sumber Makmur Terbakar




Kebakaran hebat terjadi pukul 12.30 Wib. Penyebab kebakaran dikarenakan 2 anak berumur sekitar 11 tahun yang turun dari lantai dua usai Les diruangan dan ditempat tersebut juga untuk penyimpanan barang yang akan digunakan untuk les privat Bahasa Inggris dan komputer.

Menurut saksi Mujiono bahwa dirinya telah menemukan korek api dan dibuat mainan yang akhirnya membakar kertas dan barang lainnya yang ada di lantai dua tersebut, kemudian api semakin membesar hingga membakar seluruh barang yang ada di lantai dua.

Kemudian para karyawan berusaha memadamkan tetapi api namun api semangkin membesar. 15 menit dari Anggota Koramil-0812/15 karanggeneng dan Polsek karanggeneng beserta Masyarakat setempat membantu memadamkan dan mengevakuasi barang yg ada.

Hingga 13.15 Wib 4 unit mobil pemadam kebakaran datang kelokasi, api bisa di padamkan pada Pukul 13.15. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan kerugian materir ditaksir sekitar 1,5 Miliar

4/01/2015

Ini Dia Menteri Sosial di era Jokowi





Dra. Khofifah Indar Parawansa (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 1965; umur 49 tahun) adalah Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1990 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya. Pada 26 Oktober 2014, ia dipilih oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Sosial, Kabinet Kerja periode 2014 – 2019.
  • SD Taquma (1972-1978)
  • SMP Khodijah – Surabaya (1978-1981)
  • SMA Khodijah – Surabaya (1981-1984)
  • Strata I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya (1984-1991)
  • Strata I Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah, Surabaya (1984-1989)
  • Strata II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Jakarta (1993-1997)

Karier
  • Pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992-1997)
  • Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995-1997)
  • Anggota Komisi II DPR RI (1997-1998)
  • Wakil Ketua DPR RI (1999)
  • Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI (1999)
  • Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (1999-2001)
  • Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999-2001)
  • Ketua Komisi VII DPR RI (2004-2006)
  • Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004- 2006)
  • Anggota Komisi VII DPR RI (2006)
  • Menteri Sosial Kabinet Kerja (2014 - kini)
  •  
Forum International
  • Studi banding pada penyiapan ratifikasi “Convention Against Illicit Trafic Psychotropic and Narcotic Drug” di Austria dan Belanda, yang diselenggarakan Internati onal Narcotic Control Board, Perserikatan Bangsa-Bangsa, di Wina, Austria, 1996.
  • Studi banding Antar-Parlemen di Mongolia, 1994
  • Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam “Women 2000, Gender Equality, Development and Peace for the Conventi on on The Elliminati on of All Forms of Discriminati on Against Women” di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat, 28 Febuari 2000.
  • Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam “Women 2000, Gender Equality, Development and Peace for the Twenty First Country”: Beijing +5) Sidang Khusus ke-23 Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa, di New York, Amerika Serikat, 5-9 Juni 2000.
  • Ketua Delegasi Republik Indonesia pada pertemuan The Exchanges and Cooperation in the Field of Family Planing Between China and Indonesia, 9-11 April 2001.
  • Ketua Delegasi Republik Indonesia pada Pertemuan Konsultasi Tingkat Menteri Asia-Pasifik di Beijing, China, pada 14-16 Mei 2001.
  • Menjadi narasumber pada Conference G ender Equity and Development in Indonesia yang diselenggarakan The Australian Nasional University, di Canberra, Australia, pada 21-22 September 2001.
  • Menjadi narasumber pada Conference On Women In Islam As Role Model di Berlin, Jerman, pada 24-26 Mei 2004.
  • Menjadi peserta World Council of Churches di Brazil, 15-21 Februari 2006.
  • Menjadi narasumber utama pada Commission on the Advancement of Women, Commission on the Status of Women, di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat, 1-2 Maret 2006.
  • Menjadi narasumber pada International Conference on Parliaments, Crisis Preventi on and Recovery, hosted by UNDP and the Government of Representatives of Belgium, 19-21 April 2006.
  • Menjadi narasumber pada Internati onal Conference of Islamic Scholars di Jakarta, Indonesia, Mei 2006.
  • Menjadi narasumber di Muktamar ke-5 Pertumbuhan- Pertumbuhan Perempuan Islam Dunia Islam Kontemporari di Shah Alam, Selanggor, Darul Ehsan, Malaysia, pada 13-15 Agustus 2006.


3/27/2015

Minimnya UKM Berkualiatas



6 juta pelaku Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) di Jatim, hanya ada 280an saja diantaranya yang memiliki kualitas ekspor. Sementara sisanya masih prlu didorong agar bisa memiliki produk yang berkualitas.
Itu dinyatakan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) seusai menghadiri Sosialisasi Pembentukan Infrastruktur Keuangan Lembaga Keuangan Mikro Berbasis Kelompok Fungsional di Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (25/03/2015).

“Ada tiga upaya yang akan kami lakukan untuk membantuk pelaku UMKM di Jatim agar mampu bersaing dan memiliki produk yang berkualitas. Yakni dengan melakukan pelatihan SDM, mempermudah akses pembiayaan serta membantu pemasaran. Ketiga jalan upaya ini harus saling terintegrasi, tidak boleh sepotong-potong, “ ujarnya.

Terkait itu, di Pendopo Lokatantra dilakukan peluncuran program bantuan hibah koperasi bagi kelompok fungsional seperti majelis taklim, yasinan dan Aisyiyah serta Fatayat NU. Di Lamongan, akan dibentuk 225 unit koperasi syariah sebagai implementasi pembentukan lembaga keuangan mikro bagi lembaga fungsional tersebut.

Gus Ipul sendiri menyebut dasar pembentukan koperasi syariah tersebut didasari gagasan Gubernur Jatim Soekarwo bersamanya untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berpusat pada rakyat. Termasuk harus bisa mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada rakyat.
“Mayoritas penduduk Jatim adalah muslim namun mampu menciptakan suasana yang stabil. Tapi itu bukan berarti semuanya baik-baik saja. Karena ada kesenjangan antara kaya dan miskin serta antara daerah satu dan lainnya di Jatim, “ katanya menjelaskan.

“Yang kami inginkan adalah adanya pertumbuhan ekonomi di Jatim yang berpihak pada rakyat. Terutama rakyat yang tidak mampu, “ sambungnya. Dikatakan olehnya, modal penting untuk mewujudkan itu adalah dengan pengarusutamaan gender. Yakni melakukan penguatan terhadap kaum perempuan.

“Jika kaum perempuan cukup ilmu dan cukup sehat, maka seluruh keluarga akan menjadi sehat, “ katanya. Sementara di sisi lain, sambung dia, akses permodalan masih belum bis amenjangkau semua rakyat. Dengan meluncuran program keuangan mikro berbasis syariah kepada ibu-ibu majelis taklim, dia berharap program itu bisa berjalan. Sebagaimana halnya program terdahulu, Koperasi Wanita (Kopwan).

Kopwan Amaliya Desa Kandangrejo Kecamatan Kedungpring yang menjadi percontohan Kopwan di Jatim. Dari modal awalnya yang Rp 50 juta, kini total asetnya sudah mencapai Rp 2,5 miliar.

3/19/2015

Pengantin Bekasri Mulai Di Kenalkan Kembali



Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat di Lamongan, Bupati Fadeli melakukan sidak di dua lembaga yang menyelenggarakan UN sistem Computer Based Test (CBT). Dua sekolah itu adalah SMAN 1 dan SMAN 2 Lamongan.

Selain di dua lembaga pendidikan negeri itu, SMK Muhammdiyah 5 Babat juga menyelenggarakan UN sistem CBT. Peserta UN sistem CBT di SMAN 1 Lamongan ada 341 siswa, SMAN 2 Lamongan sebanyak 321 siswa dan UN sistem CBT di SMK Muhammdiyah 5 Babat diikuti oleh 282 orang siswa.
Selain itu, tahun ini ada empat orang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang mengikuti UN. Semua siswa tersebut saat ini menempuh pendidikan di SMALB Ma’arif Lamongan.

“Hari ini kami melakukan sidan Unas di SMAn 1 dan SMAn 2 Lamongan. Insya Allah semua berjalan lancar tanpa ada kendala berarti, “ kata Bupati Fadeli.

Dalam sidaknya tersebut, Fadeli tidak sampai masuk ke ruang ujian, sehingga tidak mengganggu peserta. Dia hanya memantau dari ruang control CCTV. Dia didampingi Sekkab Yuhronur Effendi dan Kepala Dinas Pendidikan Bambang Kustiono.

Fadeli juga melaksanakan sidak di MAN Lamongan. Saat datang di sekolah yang berada di jalan veteran ini, siswa peserta ujian sedang istirahat menunggu jadwal ujian kedua dengan mata pelajaran Geografi, sehingga dia bisa menyempatkan diri bercengkerama dengan siswa.

UN SMA sederajat tahun ini diikuti oleh sebanyak 5.745 siswa dari 54 lembaga SMA negeri dan swasta dengan 662 siswa diantaranya menjadi peserta UN sistem CBT dan sisanya 5.083 siswa mengikuti UN sistem Paper Based Test (PBT).

Kemudian sebanyak 4.289 siswa dari 75 lembaga MA negeri dan swasta. Sementara di 56 SMK negeri dan swasta, UN diikuti 5.897 siswa. Dengan 282 siswa diantaranya Un dengan sistem CBT dan 5.615 menjadi peserta UN PBT

3/18/2015

Profil Menteri Kesehatan - Nila Moeloek


Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K). (lahir di Jakarta, 11 April 1949; umur 66 tahun) adalah Menteri Kesehatan Indonesia pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Ia juga seorang ahli oftalmologi (ilmu penyakit mata) dan guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Nila Moeloek adalah putri pasangan perantau Minangkabau. Dia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kemudian ia melanjutkan pendidikan spesialis mata, serta mengikuti program sub-spesialis di International Fellowship di Orbita Centre, University of Amsterdam, Belanda dan di Kobe University, Jepang. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan konsultan Onkologi Mata dan Program Doktor Pasca-Sarjana di FKUI.
Selain menjadi dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kirana, ia juga menjadi ketua umum Dharma Wanita Persatuan Pusat (2004-2009), Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami), dan Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) periode 2011-2016. Prof. Nila sempat disebut-sebut menjadi calon kuat Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II setelah mengikuti proses seleksi calon menteri pada 18 Oktober 2009. Namun ia malah ditunjuk oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium Development Goals. Tugasnya ialah menurunkan kasus HIV-AIDS dan angka kematian ibu dan anak.

3/17/2015

Warga Lamongan Di tangkap Di Turki



Diduga akan bergabung dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi. 16 (Warga Negara Indonesia) WNI diamankan saat berada diperbatasan Suriah-Turki, mereka terdiri dari 3 Keluarga. Salah satu keluarga terdiri 2 orang wanita dan 7 orang yang anak-anak adalah warga asal Lingkungan Gowa Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Lamongan (13/03/2015). 

Sumber informasi yang berhasil dihimpun panturajatim.com. 2 orang wanita WNI yang diperkirakan berangkat pada bulan Januari tersebut diamankan pemerintah Turki diketahui warga asal Lamongan adalah Ririn Andriani (38), Istri Achsanul Huda yang sudah berangkat dahulu dan bergabung dengan ISIS dan dikabarkan sudah meninggal di Syuriah. Serta Tiara atau yang biasa dengan panggilan akrabnya Umi Dafa tak lain istri dari Almarhum Muhammad Hidayah yang tertembak mati oleh Densus 88 di Tulungagung, dan memiliki hubungan darah dengan Achsanul Huda.

Menurut Pemerhati Kontra teroris Haris Abu Ulya berpendapat, dalam pandagan islam terkenal dengan tipologi hijrah memang ada kewajiban kemana dan dimana. “ terlebih lagi jika ada muslimin yang hijrah kemana pun tidak ada masalah dalam pandangan islam dan pemikiran sama yang dikembangkan oleh ISIS dengan pemikiran dimana kembalinya umat islam yang utuh, namun cara penyampaiannya gagasan tersebut kepada umat muslim itu termasuk legal asalkan tidak ada kategori yang melawan pidana.” Terang Abu Ulya.
Gagasan ISIS untuk mendirikan negara islam yang ditawarkan kepada masyarakat tersebut belum tentu laku dan diterima masyarakat, cara penawaranya tidak dengan teror karena islam juga tidak mengajarkan hal seperti itu. “ Jika ada kaum muslimin yang hijrah ke timur tengah mungkin tidak hanya ke ISIS bisa juga ke Al Qaidah karena pemahaman yang mereka miliki, hingga membuat sebagai kewajiban untuk membantu saudara muslim yang terdolimi.” Tandas pemerhati kontra teroris Abu Ulya.

AH alias Achsanul Huda adalah kakak dari Tiara dan Faruk seorang mantan komandan FPI Kabupaten Lamongan sebelum dibekukan oleh FPI Pusat yang bermarkas di Paciran, Lamongan. Sedangkan 7 lainnya yang masih anak-anak yaitu Agha Rustam Rohmatulloh, Alya Nur Islami, Qorin Munadiyatul Haq, Ikrimah waliyurrohman, Jauza Firdausi Nuzula, Nayla Syahidah, Abdurrahman Umaro. Sementara 2 Keluarga yang lain dari Ciamis, Jawa Barat dan satu orang dari Bandung, Jawa Barat.

Menaggapi 16 WNI yang diduga akan bergabung dengan ISIS, Mantan Komandan Jihad Ambon, Ali Fauzi mengatakan, " terkait 16 WNI masih belum ada deplu mengeluarkan siapa-siapa saja yang tertangkap," Jelas Ali Fauzi adik dari Bom Bali 1 Amrozi dan Ali Ghufron.

Sementara itu Lanjut Komandan Jihad, perekrutan anggota ISIS bukan kelompok baru. Yang saya tahu ada WNI yang tertangkap adalah seorang perempuan karena akan menyusul keluarganya yang sudah ada disana, ini greget istri yang ingin berkumpul dengan keluarganya.

Ali menambahkan kenapa mereka sampai tertangkap karena ketika grup pertama berangkat penjagaan di Turki dan Indonesia masih belum ketat, semakin menguat banyak pihak yang memberikan jalan mulus kepada kelompok yang akan bergabung dengan ISIS". Tegas Ustad Ali panggilan akrabnya.
Oleh pemerintah Turki ke 16 WNI terdiri 3 Keluarga tersebut diamankan karena diduga akan bergabung ISIS saat berada di perbatasan Turki dan akan menyebrang ke Suriah pada hari Rabu

3/01/2015

HIVOP juara 1 Tamvo Cup 2015


Himpunan Voly Ball Pengangsalan atau yang lebih di kenal dengan HIVOP Pengangsalan kembali meraih prestasi setelah berhasil menjuarai Tamvo Cup. Ini sudah kesekian kalinya tim Hivop berhasil meraih prestasi di tingkat kabupaten Lamongan. Sebelumnya tim Hivop berhasil keluar sebagai juara 3 dalam turnamen di alun-alun Lamongan.

Hivop juara setelah mengalahkan Tim dari Made Lamongan Dengan skor telak 3-1. Dengan berbekal pemain asli pengangsalan yang masih ber usia muda serta dukungan lebih dari 150 warga pengangsalan yang berduyun - duyun datang ke lokasi yang berada di Desa Tambak rigadung Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Lamongan.


"Semoga tradisi juara ini bisa terus kami lanjutkan dan semoga pemain-pemain muda di Hivop bisa menjadi atlet nasional suatu saat nanti" tutur agus staf pelatih dari tim Hivop.

Mengenal Menteri Nyentrik Susi Pudjiastuti


Susi lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965 adalah pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat. Ia disebut-sebut akan menduduki menteri di bidang maritim dan perikanan.

Hingga awal tahun 2012, Susi Air memiliki 46 pesawat dengan berbagai tipe seperti Cessna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter dan Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 179 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 Miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.

Ayah dan ibunya Susi Pudjiastuti yaitu Haji Suwuh dan Hajjah Suwuh Lasminah berasal dari Jawa Tengah yang sudah lima generasi lahir dan hidup di Pangandaran. Keluarganya adalah saudagar sapi dan kerbau, yang membawa ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah.

Susi hanya memiliki ijazah SMP. Setamat SMP ia sempat melanjutkan pendidikan ke SMA. Namun, di kelas II SMAN Yogyakarta dia berhenti sekolah karena dikeluarkan dari sekolah lantaran keaktifannya dalam gerakan Golput. Setelah tidak lagi bersekolah, dengan modal Rp750 ribu hasil menjual perhiasan, pada 1983 Susi mengawali profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Bisnisnya terus berkembang, dan pada 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek "Susi Brand".

Ketika bisnis pengolahan ikannya meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika, Susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada pembeli dalam keadaan masih segar.

Didukung suaminya, Christian von Strombeck, seorang Jerman yang lama bekerja sebagai mekanik pesawat dan pilot di Indonesia, pada 2004 Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp20 Miliar menggunakan pinjaman bank.

2/24/2015

Menko Perekonomian Sofjan Jahlil - profil lengkap



Sofjan Djalil menjadi salah satu orang lama yang tampaknya masih dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk turut bekerja di pemerintahan Indonesia Baru dalam lima tahun ke depan. Ini dia profil dan biodata Sofyan Djalil, Menteri Koordinator atau Menko Bidang Perekonomian 2014-2019 Kabinet Kerja Jokowi JK.
Dr. Sofyan A. Djalil, SH, MA, MALD bukanlah nama baru di perjalanan pemerintahan negeri ini. Pria kelahiran Aceh apada 23 September 1953 ini pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika serta Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Indonesia di Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Suami Ratna Megawangi serta bapak empat orang anak ini meraih gelar S1 dari Universitas Indonesia pada program studi Hukum Bisnis (1984), lalu meraih gelar Master of Arts (M.A) dari The Graduate School of Arts and Sciences, Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat (1989).
Gelar Master of Arts in Law and Diplomacy (M.A.L.D) diterimanya dari The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat, pada tahun 1991. Dua tahun kemudian Sofyan Djalil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dari perguruan tinggi yang sama.
Selain dikenal sebagai pakar ekonomi, mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) ini juga telah cukup lama mengabdikan diri sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi dan instansi, seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, Universitas Sahid, Lembaga Manajemen Keuangan dan Akuntansi (LMKA), Yayasan Pengembangan Insan Pasar Modal (Yuppies), LM-Gika, Equitas Institute, dan lain-lain.

2/20/2015

Menteri Perempuan Dari Papua


Presiden Joko Widodo menunjuk Yohana Susana Yembise sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Kabinet Kerja 2014-2019 di Istana Merdeka Jakarta, Minggu (26/10/2014) petang.

Ia menggantikan Linda Amalia Sari pada Kabinet Indonesia Bersatu II era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2009-2014.

Penunjukan Yohana sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sudah diduga sebelumnya karena namanya santer disebut-sebut duduk dalam jabatan itu.

Yohana Susana Yembise merupakan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua. Dia adalah perempuan pertama Papua yang diberi gelar guru besar oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai profesor doktor bidang desain silabus dan material development.

Istri dari Leo Danuwira ini lahir di Manokwari, 1 Oktober 1958. Yohana dikukuhkan menjadi profesor doktor oleh Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, Festus Simbiak, di Auditorium Uncen, 14 November 2012. Sebelum Yohana didaulat menjadi profesor, dia memiliki segudang pengalaman dan jabatan dalam pekerjaan.

Dosen perempuan pertama Papua bergelar profesor ini menuntut ilmu di Sekolah Dasar (SD) Padang Bulan Jayapura hingga tahun 1971. Lalu, dia melanjutkan studinya di SMP Negeri 1 Nabire dan menyelesaikannya tahun 1974. Pendidikan selanjutnya di bangku SMA Negeri Persiapan Nabire.

Setelah lulus sekolah, tahun 1985, Yohana melanjutkan pendidikan sarjana (S-1) pada Program Studi Bahasa Inggris Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Uncen. Semasa kuliah, dia bekerja sebagai asisten dosen di program studi yang digelutinya selama tiga tahun, yakni sejak 1983-1986.

Menjadi dosen tetap pada program studi itu sejak 1987 sampai sekarang. Selain menjadi dosen, dia pernah memegang jabatan sebagai Kepala Laboratorium Bahasa Uncen setahun, yakni 1991.

Lompatan jabatan perempuan asli Papua ini boleh dibilang cepat. Tahun 1992 menjadi Diplomat Applied Linguistic TEFL (Dip TEFL) dari Regional English Language Centre (RELC), SEAMEO Singapore. Meski sudah bekerja, ia tetap bertekad untuk melanjutkan pendidikan. Pada 1994 ia menyelesaikan pendidikan di Faculty of Education, Simom Fraser University British Colombia Canada, dengan gelar Master of Art (MA).

Berbagai pengalaman semasa sekolah hingga menjajaki dunia kerja baik dalam negeri maupun luar negeri sudah dialami Yohana. Di antaranya, menjabat sebagai Ketua Tim Seleksi Guru Bahasa Inggris SMP, SMK, dan SMA di Kabupaten Merauke untuk persiapan pengiriman guru Bahasa Inggris ke Sunshine Coast University Australia.

Pengalaman luar negeri, di antaranya, pernah sebagai anggota Joint Selection Team (JST) Australian Development Scholarship beasiswa ADS/USAID tahun 2011.

Segudang pengalaman organisasi juga dimiliki Yohana, di antaranya terlibat dalam kegiatan kesenian yang disponsori Badan Kesenian Daerah Kabupaten Paniai di Nabire sejak 1974-1978. Dia juga pernah menjadi Wakil Ketua KNPI Kabupaten Paniai tahun 1984.

Dari sejumlah pengalaman dan pekerjaan yang dialami, perempuan Biak ini menerima ratusan penghargaan dari berbagai pihak. Salah satu di antaranya adalah menerima surat tanda penghargaan pernyataan lulus seleksi sebagai mahasiswa teladan sejak 1981-1982 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Bukan hanya itu, sejak masih kuliah, Yohana termasuk salah satu peserta pertukaran pemuda antara Indonesia dan Kanada. Yohana Yembise juga terpilih mewakili Papua bersama pemuda Indonesia ke Kanada.

2/19/2015

Profil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah - Anies Baswedan

Dr. Anies Rasyid Baswedan, Ph.D, (lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969; umur 45 tahun adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ke-26. Ia adalah seorang intelektual dan akademisi asal Indonesia. Cucu dari pejuang kemerdekaan Abdurrahman Baswedan, ia menginisiasi gerakan Indonesia Mengajar dan menjadi rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2007, saat menjadi rektor Universitas Paramadina pada usia 38 tahun.



Menjelang pemilihan umum presiden Indonesia 2014, ia ikut mencalonkan diri menjadi calon presiden lewat konvensi Partai Demokrat.

Anies dilahirkan di Kuningan, Jawa Barat pada tanggal 7 Mei 1969 dari pasangan Rasyid Baswedan dan Aliyah Rasyid. Anies mulai mengenyam bangku pendidikan pada usia 5 tahun. Saat itu, ia bersekolah di TK Masjid Syuhada. Menginjak usia enam tahun, Anies masuk ke SD Laboratori, Yogyakarta.

Dalam berbagai kesempatan, Anies Baswedan selalu mengatakan ada tiga hal yang ia jadikan pedoman dalam memilih karier. Apakah secara intelektual dapat tumbuh, apakah masih dapat menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, apakah mempunyai pengaruh sosial.
Peneliti Pusat Antar-Universitas Studi Ekonomi UGM
Selesai program Strata 1 (S1) di Fakultas Ekonomi UGM, Anies Baswedan sempat berkarier sebagai peneliti dan koordinator proyek di Pusat Antar-Universitas Studi Ekonomi UGM. Kariernya di sana tak berlangsung lama, sebab pada 1996 ia mendapatkan beasiswa program master ke Amerika Serikat.
Manajer Riset IPC, Inc, Chicago
Selesai mengambil kuliah doktor pada 2004, karena tidak memiliki uang untuk kembali ke tanah air, Anies sempat bekerja sebagai manajer riset di IPC, Inc. Chicago, sebuah asosiasi perusahaan elektronik sedunia.
Kemitraan Untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan
Ia kemudian bergabung dengan Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan sebuah lembaga non-profit yang berfokus pada reformasi birokrasi di beragam wilayah di Indonesia dengan menekankan kerjasama antara pemerintah dengan sektor sipil. Hal ini tentu saja tak lepas dari kepeduliannya terhadap demokrasi, otonomi daerah dan desentralisasi seperti tertuang dalam disertasi dan artikel-artikelnya di beragam jurnal dan media.
Direktur Riset Indonesian Institute Center
Ia kemudian menjadi direktur riset The Indonesian Institute. Ini merupakan lembaga penelitian kebijakan publik yang didirikan pada Oktober 2004 oleh aktivis dan intelektual muda yang dinamis. Kariernya di The Indonesian Institute tentu tak lepas dari latar belakang pendidikannya di bidang kebijakan publik.
Rrektor Universitas Paramadina
Pada 15 Mei 2007, Anies Baswedan menemui momen penting dalam kariernya. Ia dilantik menjadi Rektor Universitas Paramadina, menggantikan posisi yang dulu ditempati oleh cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid atau biasa disapa dengan Cak Nur, yang juga merupakan pendiri universitas tersebut. Dilantiknya Anies menjadi rektor membuatnya tercatat sebagai rektor termuda di Indonesia, dimana saat itu usianya baru menginjak 38 tahun.[13][14] Anies terkesan dengan pidato Joseph Nye, Dekan Kennedy School of Government di Harvard University, yang mengatakan salah satu keberhasilan universitasnya adalah “admit only the best” alias hanya menerima yang terbaik. Dari sinilah Anies kemudian menggagas rekrutmen anak-anak terbaik Indonesia. Strategi yang kemudian dikembangkan Anies Baswedan adalah mencanangkan Paramadina Fellowship atau beasiswa Paramadina. Beasiswa itu meliputi biaya kuliah, buku, dan biaya hidup. Paramadina Fellowship adalah perwujudan idealisme dengan bahasa bisnis. Hal ini dilakukan karena kesadaran bahwa dunia pendidikan dan bisnis memiliki pendekatan yang berbeda. Untuk mewujudkan itu Anies mengadopsi konsep penamaan mahasiswa yang sudah lulus seperti yang biasa digunakan di banyak Universitas di Amerika Utara dan Eropa. Caranya, titel seorang lulusan universitas tersebut mencantumkan nama sponsornya. Misalnya jika seorang mahasiswa mendapatkan dana dari Mien R. Uno (seorang pendonor) maka mahasiswa tersebut diwajibkan menggunakan titel Paramadina Mien R. Uno fellow. Strategi Paramadina Fellowship ini menunjukkan dampak yang sangat positif. Kini bahkan 25% dari sekitar 2000 mahasiswa Universitas Paramadina berasal dari beasiswa ini. Tentu ini sumbangsih penting bagi dunia pendidikan Indonesia di tengah mahalnya biayanya pendidikan tinggi. Gebrakan lain yang dilakukan oleh Anies Baswedan di universitas yang ia pimpin adalah pengajaran anti korupsi di bangku kuliah. Hal ini didasari karena Anies menganggap bahwa salah satu persoalan bangsa ini adalah praktek korupsi. Karena itu ia berinisiatif membuat mata kuliah wajib anti korupsi. Yang diajarkan dalam mata kuliah ini mulai kerangka teoritis sampai laporan investigatif tentang praktik korupsi.

Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar
Gagasan ini sebenarnya berawal ketika Anies Baswedan masih menjadi mahasiswa UGM sekitar dekade 1990-an. Pada masa itu, ia bergaul dan belajar banyak dari seorang mantan rektor UGM periode 1986-1990: Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri (Pak Koes). Pada tahun 1950an, Pak Koes menginisiasi sebuah program bernama Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM), yakni sebuah program untuk mengisi kekurangan guru SMA di daerah, khususnya di luar Jawa. Dalam beberapa kasus, PTM ini justru mendirikan SMA baru dan pertama di sebuah kota kabupaten. Pak Koes adalah inisiator sekaligus salah satu dari 8 orang yang menjadi angkatan pertama PTM ini. Dia berangkat ke Kupang dan bekerja di sana selama beberapa tahun. Sepulangnya dari Kupang, ia mengajak serta 3 siswa paling cerdas untuk kuliah di UGM. Salah satunya adalah Adrianus Mooy yang di kemudian hari menjadi Gubernur Bank Indonesia. Cerita penuh nilai dari PTM inilah salah satu sumber inspirasi bagi Indonesia Mengajar.

Selepas dari UGM, Anies Baswedan mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Amerika Serikat. Tinggal, belajar dan bekerja di sana membuatnya memahami bahwa anak-anak Indonesia membutuhkan kompetensi kelas dunia untuk bersaing di lingkungan global. Tetapi, kompetensi kelas dunia saja tak cukup. Anak-anak muda Indonesia harus punya pemahaman empatik yang mendalam seperti akar rumput meresapi tanah tempatnya hidup. Semua proses di atas, secara perlahan membentuk ide besar Gerakan Indonesia Mengajar. Konstruksi dasarnya mulai terumuskan pada pertengahan 2009. Ketika itu, Anies mendiskusikan dan menguji idenya pada berbagai pihak. Gagasan ini kemudian siap mewujud ketika beberapa pihak berkenan menjadi sponsor. Proses untuk mendesain dan mengembangkan konsep Indonesia Mengajar pun dimulai pada akhir 2009, dengan membentuk tim kecil yang kemudian berkembang hingga menjadi organisasi seperti sekarang ini. Sampai saat ini pun, Anies Baswedan merupakan salah satu pendiri dan juga Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar.