SELAMAT DATANG

Selamat datang di blog Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Suka Maju desa Pengangsalan Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan. Selamat menikmati sajian informasi dari kami, kirim kritik dan saran melalui media sosial yang kami sediakan.

SONGKOK NASIONAL

Songkok Nasional merupakan produk unggulan dari Desa pengangsalan, sebagian besar penduduk desa bekerja sebagai pengrajin Songkok. Banyak Songkok merek ternama yang proses pembuatannya di kerjakan di Desa Pengangsalan.

Potret UMKM Pengangsalan

Berbagai macam usaha kecil menengah yang terus berkembang di Desa Pengangsalan menjadi sebuah pondasi dalam meningkatkan kesehjateraan hidup masyarakat.

Balai Desa Dan Kantor Kim

Lokasi balai desa tempat pelayanan masyarakat dan foto kantor KIM Suka Maju Pengangsalan

Showing posts with label KIM. Show all posts
Showing posts with label KIM. Show all posts

4/21/2015

Kemeriahan Pekan Kim 2015

Pekan KIM ke VIII Jawa Timur di selenggarakan di nganjuk bertepatan dengan hari jadi kabupaten nganjuk yang ke 1078. Pak de Karwo selaku gubernur Jawa Timur di dampingi Bupati Nganjuk membuka acara pekan KIM ke VIII di iringi penyerahan hadiah kepada para pemenang LCCK tingkat provinsi.  berikut adalah foto - foto kemeriahan pekan KIM ke VIII Jawa Timur di Nganjuk.













4/20/2015

Pak de Karwo : Jangan terlalu jauh bicara MEA - Pekan KIM VIII Nganjuk


pekan KIM 2015

Pekan KIM ke VIII Provinsi Jawa Timur di buka oleh gubernur Jawa Timur Pak de Karwo pada Senin 20 April 2015. Datang dengan naik di atas kepala Reog Ponorogo sempat mengejutkan para tamu dan undangan pada cara pembukaan. Pak Karwo menyampaikan banyak saran kepada KIM dan para undangan yang hadir dan juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang LCCK tingkat provinsi Jawa Timur.

Dalam pidatonya Pak Karwo menitik beratkan pada focus untuk lebih inovatif pada pelaku usaha yang juga anggota dari KIM. Beliau bercerit tentang banyak konsep marketing yang modern yang telah jauh berbeda dari yang masig konvensional. "di dunia ini tidak ada yang baru, yang ada hanyalah penyesuaian zaman" kata Pak Karwo. Arti dari ungkapan tersebut tidak lain bahwa konsep modifikasi baik itu dalam produk maupun kemasan akan memberi nilai tambah bagi produk itu sendiri.

Dalam acara tersebut juga di adakan teleconference dengan KIM yang berprestasi salah satunya adalah KIM Pijar Emas dari Kabupaten Blitar. Setelah upacara pembukaan selesai di gelar, Pak Karwo masuk ke dalam Gedung Olah Raga Bung Karno untuk menuju stage acara "ngopi  bareng pak de" dan berkeliling ke stand pameran

KIM Suka Maju Menjadi Juara 2 Dalam Grand final LCCK jatim

KIM Suka Maju Menjadi Juara 2 Dalam Grand final LCCK jatim Dengan proses yang cukup sengit dan tidak mudah untuk di lalui. Selain lawan yang semakin berat daripada tingkat bakorwil kondisi fisik karena perjalanan jauh juga cukup merepotkan. Semua Finalis merupakan perwakilan terbaik dari setiap bakorwil di jawa timur.

Kim Suka Maju
Kim Suka Maju saat penyerahan souvenir
Lawan paling berat adalah tuan rumah yaitu Kim Sidomulyo dari kabupaten Nganjuk. Sejak babak awal tuan rumah sudah memimpin perolehan nilai dan Kim Suka maju menjadi runner up dan sampai hasil akhir Kim Suka maju akhirnya harus puas dengan keluar sebagai juara ke 2 dalam grand final LCCK tingkat provinsi Jawa timur.

Kim Suka Maju
Fragmen atraktif dari Kim Suka Maju
Hasil dari grand final provinsi jatim bagi Anggota Kim Suka Maju merupakan sebuah kebanggaan, karena tujuan yang paling penting adalah menambah wawasan, pengalaman, dan kekompakan. Ada tugas yang menanti di depan dan harus tetap optmis untuk membangun sumber daya manusia yang informati dan berkualitas.

4/18/2015

Profil Menkominfo di kabinet Kerja - Rudantara



Rudiantara (lahir di Bogor, 3 Mei 1959; umur 55 tahun[1]) adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Kabinet Kerja (2014–2019). Ia merupakan profesional di bidang telekomunikasi dan pernah berkarier di Indosat, Telkomsel, Excelcomindo (kini XL Axiata), dan Telkom. Ia juga pernah bekerja di PT PLN (Persero) sebagai Wakil Direktur Utama. Pada saat ditunjuk menjadi menteri, ia menjabat sebagai anggota komisaris di Indosat.

ia memulai pendidikan tinggi di Universitas Padjadjaran dan meraih gelar sarjana pada 1984. Ia melanjutkan ke IPPM (Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen) yang sekarang bernama PPM School of Management, dan meraih MBA pada tahun 1988.

Ia memulai karier pada tahun 1996 di Indosat sebagai General Manager Business Development. Ia juga pernah menjadi Chief Operating Officer PT Telekomindo Primabhakti sejak 1996 dan menduduki beberapa jabatan eksekutif selama 11 tahun di Indosat dan Telkomsel hingga 2006. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Semen Gresik (Persero), Presiden Direktur dan CEO PT Bukit Asam Transpacific Railways dan PT Rajawali Asia Resources. Ia pernah menjadi Wakil Presiden Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sejak 2008 dan kemudian menjadi direkturnya, Direktur Hubungan Korporat PT XL Axiata Tbk dari Maret 2005 hingga 2008 dan sekaligus sebagai direkturnya. Lalu sebagai Direktur Penjualan dan Pemasaran untuk Solusi Bisnis pada Juni 2003. Ia juga pernah menjadi Wakil Presiden Direktur PT Semen Indonesia (Persero), Tbk dan Semen Gresik Persero, juga sebagai Direktur.

erakhir, ia menjadi sebagai Presiden Komisaris PT Rukun Raharja sejak 11 Juni 2014. Ia juga Komisaris Independen PT Indosat Tbk sejak 1 November 2012. Ia juga dipercaya sebagai Komisaris Independen di PT Telekomunikasi Indonesia sejak 1 Januari 2011 hingga Mei 2012, dan telah menjadi Komisionaris sejak September 2008. Ia juga menjadi Sekretaris Jenderal Asosiasi Telepon Selular Indonesia.

Selama di PLN, ia menjadi terkenal setelah terlibat dalam pencarian pendanaan perusahaan terutama pinjaman untuk proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt. Setelahnya, ia mengundurkan diri karena merasa telah menyelesaikan tugas profesional yang diberikan dan mendapat tawaran menarik lainnya. Karena merasa sayang dengan bakat yang dimilikinya, pemerintah berusaha untuk memberinya posisi di Indosat. Pada tanggal 17 September 2012, ia diangkat menjadi Komisaris.
Rudiantara menyisihkan nama-nama lain seperti Niken Widiastuti, Dirut RRI, Richardus Eko Indrajit, Ketua APTIKOM, Heru Sutadi, mantan Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang juga pengamat telekomunikasi, Gatot S. Dewa Broto, Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Mantan Humas Kemenkomifo maupun Onno W. Purbo, Akademisi dan Praktisi TI.

1/01/2015

Susunan Kepenguruan Kim Suka Maju Desa Pengangsalan


9/23/2014

KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) - Definisi dan Info

KIM atau yang lebih jelasnya adalah Kelompok Informasi Masyarakat adalah kelompok yang dibentuk oleh, dari, untuk masyarakat secara mandiri dan kreatif yang aktivitasnya melakukan pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan nilai tambah. Hal ini merupakan pengertian umum dari KIM atau Kelompok Informasi Masyarakat.


Dasar Hukum

1.   PP No. 38 Tahun 2007

Tentang pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemerintahan daerah provinsi, dan pemerintahan Daerah kabupaten/kota

2.  Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI No. 17 Tahun 2009

Tentang Diseminasi informasi nasional oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah daerah Kabupaten/Kota, tanggal 17 Maret 2009

3.  Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI No. 08/PER/M.KOMINFO/6/2010

Tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial, tanggal 1 Juni 2010.

Visi KIM

Terwujudnya KIM yang inovatif dalam meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat melalui pendayagunaan informasi dan komunikasi dalam rangka mencapai masyarakat informasi yang sejahtera.

Misi KIM

  1. Mendorong tumbuh dan berkembangnya KIM secara mandiri sebagai wahana informasi dalam masyarakat;
  2. Meningkatkan peranan KIM dalam memperlancar arus informasi antar pemerintah dengan masyarkat dan antar golongan masyarakat;
  3. Meningkatkan kemampuan anggota KIM dan masyarakat dalam mengakses dan mengelola informasi dalam rangka meningkatkan literasi informasi dan mengatasi kesenjangan informasi;
  4. Mengembangkan aktivitas KIM dalam mendayagunakan informasi guna meningkatkan nilai tambah masyarakat;
  5. Meningkatkan aktivitas KIM dalam menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Fungsi KIM

1. Sebagai Wahana Informasi
a) Antar Anggota KIM secara Horisontal
Para anggota KIM dapat saling bertukar informasi tentang segala sesuatu yang sudah diketahuinya sehingga akan berarti juga saling berbagi pengetahuan
b) Dari KIM ke Pemerintah Kota Malang secara Bottom-up
Para anggota masyarakat yang jadi anggota KIM dapat memberikan saran-saran kepada Pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kota tentang apa yang harus dibangun pembangunannya sehingga sangat sesuai dengan kebutuhan setempat. Anggota KIM menjadi perencana dan pelaksana bagi pembangunan lokal. Asas pemberdayaan ini sangat sesuai dengan pendekatan pembangunan komunitas
c) Dari Pemerintah Kota Malang kepada masyarakat secara Top-down
Anggota KIM menjadi agen pembangunan yang menyebarluaskan gagasan pembangunan nasional ke tingkat lokal.
2. Sebagai Mitra Dialog dengan Pemerintah, Pemerintah Propinsi, dan Pemerintah Kota Malang dalam merumuskan Kebijakan Publik
Dengan KIM yang mengetahui kebutuhan publik dan karakteristiknya, Pemerintah baik Pusat maupun Pemerintah Kota Malang dalam merumuskan kebijakan public dapat menjadikan KIM sebagai mitra dialog.
Selain itu KIM dapat berfungsi sebagai mitra dialog dalam mendukung pelaksanaan semua kebijakan public dan memonitoring pelaksanaannya
3. Sebagai Peningkatan Literasi Masyarakat di Bidang Informasi dan Media Masa serta Teknologi Informasi dan Komunikasi di kalangan anggota KIM dan Masyarakat.
  • Fungi untuk meningkatkan literasi di Bidang Informasi, yaitu bagaimana agar memandang bahwa upaya memperoleh informasi sebagai kebutuhan hidup dan sudah terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber;
  • Fungsi sebagai literasi Media Massa, merupakan kemampuan menggunakan media massa secara cerdas dan sehat dan mampu mendayagunakannya dalam kehidupan masyarakat;
  • Fungsi literasi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, ialah kemampuan masyarakat dalam mengakses dan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi, seperti computer dan internet untuk kepentingan mengakses informasi atau untuk mendayagunakan sebagai jasi dan produk teknologi informasi dan komunikasi.
4. Sebagai Lembaga yang Memiliki Nilai Ekonomi
  • Melalui informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, KIM dapat menerapkannya dalam berbagai aktivitas perdagangan, pertanian, industry dan menghasilkan tambahan pendapatan dari aktivitas tersebut;
  • Melalui informasi yang diperoleh dari berbagai media dan sumber lainnya, masyarakat dapat memperoleh informasi peluang-peluang usaha, permintaan pasar mengenai berbagai produk dan jasa, kemudian KIM dapat melakukan transaksi bisnis, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai tambah ekonomi;
  • Informasi-informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dikemas sedemikian rupa dalam bentuk bahan informasi (buku, bulletin, bahan audio visual) yang dapat dijual kepada pihal lain yang membutuhkan. Jadi informasi itu sendiri setelah dikemas, akan bias mendatangkan Nilai Ekonomi.